Environmental Entrepreneurship merupakan konsep keterkaitan antara keberlanjutan pengembangan usaha dan bentuk perlindungan lingkungan sehingga menghasilkan pengembangan bisnis. Konsep ini baru lahir sejak  beberapa perusahaan berhasil mengembangkan usaha setelah melakukan perlindungan lingkungan.

Salah satu bentuk konkrit dari Environmental Entrepreneurship adalah pengembangan lokasi bekas tambang yang berkembang menjadi wilayah Geotourisme. Hal ini menjadikan salah satu alasan untuk memanfaatkan area bekas tambang yang cukup potensial untuk dimanfaatkan lanskapnya sebagai peluang kewirausahaan (entrepreneurship) sekaligus untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur setiap orang untuk mengubah kondisi sekarang dan meraih tujuan di masa depan dalam bidang kewirausahaan dengan memanfaatkan peluang yang ada di sekitar lingkungan dan dijadikan produk yang dapat menghasilkan keuntungan bisnis.

Secara umum seminar nasional ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pasca kegiatan eksploitasi sumberdaya alam dan sekaligus menginspirasi munculnya entrepreneur yang mampu merubah kondisi lingkungan yang buruk menjadi peluang usaha.

Seminar Nasional “Environmental Entrepreneurship” diselenggarakan pada Kamis tanggal 25 April 2019, di Gedung Graha Pakuan Lantai 10 Universitas Pakuan, Bogor.

ITTO PD 777/15 Rev. 3 (F) turut membantu memberikan kontribusi kepada Program Pascasarjana Program Studi Manajemen Lingkungan Universitas Pakuan Bogor, karena memandang perlu untuk mengadakan seminar nasional yang merujuk pada keprihatinan persoalan lingkungan pasca kegiatan ekploitasi sumberdaya alam dan keinginan untuk merubah paradigma dunia entrepreneur yang saat ini hanya mengarah terhadap pengeksploitasian sumberdaya alam yang berlebihan menjadi entrepreneur yang mampu berpikir inovatif, kreatif, dan mampu merubah kondisi lingkungan yang rusak menjadi kondisi lingkungan yang lebih baik dan bernilai ekonomi tinggi.

Turut mengisi dalam Seminar Nasional ini yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDAS-HL), IB. Putera Parthama, Ph.D, sebagai Keynote Speaker. Dirjen PDAS-HL menyampaikan tema mengenai “Kebijakan Pengusahaan Berbasis Lingkungan”. Selain itu diundang sebagai narasumber pada acara ini yaitu Prof. Dr. HM Ahman Syah (Guru Besar UNJ dan Mantan Dirjen Pariwisata) dengan materi “Kajian Scientific Mengenai Peluang Area Bekas Tambang Menjadi Geotourism”, Sekretaris Dirjen PDAS-HL dengan materi “Corrective Action Reklamasi Hutan Dalam Rangka Menuju DAS Sehat Masyarakat Sejahtera”, Hendra Soetjipto Tan (Presdir PT Star Energy Geotermal) dengan materi “Implikasi dari kegiatan pemanfaatan panas bumi bagi perekonomian daerah dan peluang Environmental Entrepreneurship bagi para pihak” dan Perwakiland dari Direktur Operasi PT Antam Tbk), dengan materi “Pengalaman Reklamasi Lahan Pasca Tambang dan Pengalaman Membangun Jiwa Environmental Entrepreneurship Masyarakat Sekitar Lokasi Tambang melalui Program CSR di PT Antam Tbk”.

Dalam seminar nasional ini diundang para pelaku usaha pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa lingkungan serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pelestarian kawasan hutan baik dari Institusi Pemerintah Pusat dan Daerah, Akademisi, Mahasiswa, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Perwakilan dari Program Studi pada Universitas Pakuan dan Lembaga Praktisi Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pelestarian Kawasan Hutan di wilayah Jabodetabek. Jumlah peserta sekitar sebanyak 200 peserta.

ITTO PD 777/15 Rev. 3 (F) bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mengajak Kelompok Kartini Sarongge untuk menampilkan produk-produk dari Cagar Biosfer Cibodas dalam pameran mini.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini