Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Internasional Tropical Timber Organization (ITTO) menjalin kerja sama guna mempertahankan keanekaragaman hayati di kawasan Cagar Biosfer Cibodas dengan memberdayakan masyarakat sekitar.

Manajer Proyek ITTO Hwan Ok Ma menuturkan, bentuk kerja sama ini akan bergerak pada persoalan keanekaragaman hayati di kawasan inti Cagar Biosfer Cibodas, demonstrasi dan promosi akan praktik-praktik terbaik pengelolaan lahan pada kawasan inti Cagar Biosfer Cibodas, zona transisi penyangga, dengan melibatkan para pihak termasuk masyarakat lokal.

“Kami sangat tertarik dengan pemberdayaan masyarakat lokal dalam menjaga cagar Biosfer Cibodas. Ke depan kami berharap ada kerja sama untuk mempromosikan taman nasional ini,” katanya, Kamis (28/2/2019).

Hwan menjelaskan, kerja sama antara KLHK dengan ITTO telah terjalin tahun lalu dan akan terus berlanjut hingga tiga tahun ke depan, dengan cakupan konservasi di tiga wilayah yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.

“Kemarin saya mengunjungi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Resort Situ Gunung, tempat yang sangat menarik dengan berbagai ekosistem. Saya mengamati jembatan gantung dan juga air terjun. Ini pemandangan luar biasa untuk yang bisa dinikmati masyarakat sekitar seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung. Saya percaya banyak orang akan mengenali ini dan menikmati kegiatan di hutan hujan, ” kata Hwan.

Berdasarkan data ISMP (Integrated Strategic Management Plan) tahun 2012 Cagar Biosfer merupakan konsep pengelolaan kawasan untuk tujuan mengharmonisasikan kepentingan konservasi dengan pembangunan ekonomi berlandaskan hasil riset pemanfaatan sumber daya alam. Sementara Cagar Biosfer Cibodas memiliki luas kawasan sekitar 147.779 hektare terdiri dari area inti (core area) 21.975 hektare berupa kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, 12.700 hektare dimana kawasan tersebut di antaranya diperuntukkan untuk perkebunan teh, dan 80.104 hektare yang didominasi oleh kawasan perladangan dan permukiman.

Koordinator proyek kerja sama Harianto Arifin menuturkan, sebelumnya masyarakat bergantung kepada aktivitas merambah hutan dengan bercocok tanam di Area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

“Setelah mengikuti program pelatihan yang digagas dalam kerjasama ITTO bersama pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Diharapkan dengan adanya penyuluhan, pemberian pelatihan, kehidupan masyarakat akan lebih baik dan mereka mau keluar untuk berusaha sesuai dengan apa yang diinginkannya” kata Harianto.

Sumber Berita https://www.beritasatu.com/nasional/540589-jaga-biosfer-cibodas-klhk-dan-itto-berdayakan-masyarakat-sekitar.html

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini